PALEMBANG — Menyambut Hari Ayah 2026, DPW PKS Sumatera Selatan menggelar seminar keluarga secara hybrid yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula DPW PKS Sumsel dan melalui Zoom Meeting tersebut mengangkat tema “Menjadi Ayah yang Hadir, Bukan Sekadar Ada”. Seminar menghadirkan Ketua Forum Ayah DPP PKS secara nasional, Kang Febri, sebagai narasumber utama.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah audiens yang mengikuti kegiatan melalui berbagai kanal. Tercatat sebanyak 725 peserta hadir melalui Zoom Meeting, sementara 235 audiens menyaksikan melalui YouTube. Ditambah peserta yang hadir secara langsung di Aula DPW PKS Sumsel, total lebih dari 1.000 pasang mata menyaksikan dan mengikuti seminar tersebut.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPW PKS Sumatera Selatan, Ir. Baharudin, M.M., serta dihadiri Sekretaris DPW PKS Sumsel beserta jajaran pengurus.
Turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut, Ketua Forum Ayah Sumatera Selatan, Ayah Rudianto, yang menyampaikan pentingnya penguatan peran ayah dalam membangun ketahanan keluarga.
Menurut Ayah Rudi Yanto, ketahanan keluarga menjadi hal yang semakin penting mengingat persoalan sosial yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini semakin kompleks. Karena itu, keluarga membutuhkan peran ayah yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu memberikan perhatian, pendampingan, keteladanan, dan rasa aman bagi anggota keluarganya.
“Ketahanan keluarga sangat penting, karena permasalahan sosial keluarga Indonesia saat ini sudah semakin kompleks. Karena itu, penguatan keluarga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ayah Rudi Yanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW PKS Sumsel Ir. H. Baharudin, M.M. menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, khususnya keluarga di Sumatera Selatan.
Menurutnya, keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat. Upaya menghadirkan keluarga yang kokoh membutuhkan kolaborasi dan perhatian dari berbagai pihak.
Sementara itu, Kang Febri dalam paparannya mengajak para ayah untuk melakukan refleksi terhadap peran mereka di dalam keluarga. Menjadi seorang ayah, menurutnya, tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga atau berada secara fisik di rumah.
Tema “Menjadi Ayah yang Hadir, Bukan Sekadar Ada” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam seminar tersebut. Kehadiran seorang ayah diharapkan dapat dirasakan oleh anak dan keluarga melalui komunikasi, perhatian, kasih sayang, pendampingan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar menyambut Hari Ayah 2026 ini menjadi salah satu ikhtiar DPW PKS Sumsel bersama Forum Ayah untuk menguatkan kesadaran tentang pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang tangguh.
Dengan format hybrid, kegiatan tersebut juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat. Tingginya jumlah peserta yang mengikuti acara menunjukkan bahwa isu tentang peran ayah dan ketahanan keluarga mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Momentum Hari Ayah 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi para ayah untuk terus hadir, terlibat, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan keluarga. [HUP]



