Palembang – Upaya mendorong transformasi digital dalam layanan akademik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi perhatian dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam yang mengangkat tema “Transformasi Digital Layanan Akademik PTKI: Arah Kebijakan, Kompetensi Tenaga Kependidikan, dan Pengawasan Komisi VIII.”
Kegiatan tersebut menghadirkan Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, sebagai tokoh utama dalam agenda edukasi dan diskusi mengenai penguatan layanan pendidikan Islam.
Acara berlangsung dengan sukses dan khidmat. Momentum kegiatan juga ditandai dengan penyerahan sertifikat atau piagam penghargaan yang diabadikan bersama sejumlah perwakilan peserta dan pihak terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Iqbal Romzi menyoroti pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan akademik di lingkungan PTKI. Digitalisasi diharapkan tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga mendorong pelayanan pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa maupun tenaga pendidik.
Selain dukungan terhadap pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem digital, mengelola data akademik, serta memberikan pelayanan yang profesional merupakan faktor penentu keberhasilan transformasi digital di perguruan tinggi.
Dari sisi pengawasan, Komisi VIII DPR RI memiliki peran dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan penyelenggaraan urusan keagamaan sesuai dengan lingkup kewenangannya. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.
Bagi PKS Sumatera Selatan, penguatan pendidikan Islam merupakan bagian dari ikhtiar membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terbangun ruang dialog yang konstruktif antara pemangku kebijakan, pengelola pendidikan, dan masyarakat untuk mendorong layanan akademik PTKI yang semakin berkualitas.

