image

KULONPROGO, PKS-SUMSEL.OR.ID – Model pertemuan kader menjadi konsep kampanye Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kulonprogo dalam Pemilu 2014 ini. Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk mendulang suara ketimbang konvoi massa.

Ketua DPD PKS Kulonprogo, Hamam Cahyadi, mengatakan, pertemuan yang intensif selama masa kampanye ini akan mendekatkan kadernya dengan masyarakat calon pemilihnya. Hal ini dirasanya jauh lebih efektif meraih suara dibanding pengerahan massa dan konvoi di jalanan. Pihaknya khawatir konvoi di jalanan justru akan menjadi temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan berpotensi merusak citra partai.

“Konvoi di jalan itu sudah enggak modelnya lagi. Tidak mendatangkan rasa simpatik warga dan justru bisa merugikan partai. Pasti ada saja yang dicari Panwaslu dan kalau ada kecelakaan pasti partai yang disalahkan,” ujar Hamam saat ditemui wartawan dalam kampanye perdana PKS di Samigaluh dengan agenda temu kader, Rabu (19/3).

Di hadapan para kadernya, Hamam menekankan agar para simpatisan PKS selalu menjaga jiwa militansinya dengan baik. Karena, hal itulah yang membuat partai berlambang padi dan bulan sabit itu bisa tumbuh besar. Pihaknya pun mengapresiasi sikap setia para kadersehingga paratai bisa mantap melangkah.

Hamam menargetkan pada Pemilu 2014 ini, PKS dapat meraih delapan kursi di Kulonprogo. Jumlah kursi tersebut lebih banyak dari kondisi saat ini di mana PKS hanya memiliki lima kursi di legislatif. Pihaknya optimistis target tersebut bisa dicapai. Perolehan suara terbanyak menurutnya bisa didulang dari daerah pemilihan di Galur dan Lendah yang merupakan basis pendukung PKS di Kulonprogo.

“Kami yakin dapat tambahan suara banyak dari Galur dan Lendah. Dua wilayah itu selama ini jadi kantong massa PKS,” imbuhnya.[singgih/tribunjogja]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.